adoh.s.a.l.e.h.a.

(1)
mana rayuan ku; hendak ku sampai kan
rindu berahi ku; pada kasih yang jauh

jauh bukan jarak dan tempat; jauh nama dan pangkat

mana pengganti mu; hendak ku dakapkan
dendam asmara ku; pada cinta yang luruh

luruh bukan daun dan hujan; luruh jiwa dan badan

.
(2)
bertahun ku sandar percaya; tak mungkin padam cahaya
cinta mu bagai rembulan 
hilang di pandangan 
kala langit di lindung awan

.
(3)
aduh mahkota terhempas; 
baru lah ku sedar
yang ku sangkakan intan; 
oh hanya lah kaca

sesudah berdarah; 
baru lah ku sedar 
jiwaku tercalar; 
oh sakitnya bukan kepalang

.
(4)
kau biarkan aku sendiri menderita siksa
racun hidup ku saliha

kau biarkan aku sendiri melewati sepi 
dalam hidup ku saliha

kau biarkan aku sendiri meratapi nasib 
dalam gelita saliha

.

oh saliha 
adoh s a l e h a . mawi
This entry was posted in Memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s