Bila Rumi Menari

Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar Mathnawi ciptaan maulan(a)
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan
.
Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi
.
Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta
.
Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
.
pukul-lah rebana jantungku
bersyairlah maulana .. aku mabuk hakiki
mendengar suaramu
.
Sayang — pada mereka yang tak mengerti
Sayang — pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari
.
Rindu
[Kembali bertemu]
Hatiku merindukan pemiliknya
.
Rindu
[Kembali bersatu]
Kembali bersatu dengan yang dikasihi
.
_______________
Sha’aban 1436 Hijrah
__________________
Nasir

This entry was posted in Memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s