Bila Diri Disayangi

Terdengar bisikan mesra
Kalimah keramat bermantera
Bermulanya siang berakhir malamku
Tak akan ku jemu menyebut nama-Mu

Tiada batasan waktu
Tiada tempat-Mu tertentu
di gunung di lembah, di darat di air; siapa pun hamba
keikhlasan doa, Keagungan Kasih; Merubah Takdir

Bila ku sedari diri disayangi
Langkah kaki ini semakin berani
Bila ku keliru / (terkeliru), ku ucap nama-Mu
Terasa diriku kembali dipandu

Engkau yang Pertama, tiada akhirnya
aku dalam kegelapan, Engkau-lah cahaya
Izinkanlah aku menumpang di sini
Di bawah naungan kasih dan sayang-Mu, ku berserah diri

| UKAYS – “Bila Diri Disayangi” |

contoh karya seni sarat keinsafan Tauhid
ekspresi jiwa hamba kepada Tuhan nya

This entry was posted in Bahasa, Islam, Memoir and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s