Salam Terakhir & Pergi Tak Kembali

Sampaikan salam buat semua
Salam terakhir salam teristimewa
Kepada kau yang tersayang
Pada teman yang ku kenang
Pemergian ku ini tak dirancang

Usah bertanya mengapa aku
Mengucap salam terakhir kepada mu
Kerna waktu berputaran
Bimbang tak berkesempatan
Melahirkan kerinduan terhadapmu

Demi sebuah kenyataan
Yang amat menyakitkan
Aku yang tidak berdaya
Hanya berserah padaNya

Salam akhir
Salam yang teristimewa
Bersamanya ku memohon keampunan
Melaluinya ku peri kemaafan
Kepadamu

Andainya aku punya waktu
Masih ku ingin mengulangi semula
Saat indah bersama mu
Sayang tak berkesempatan
Abadikan saja salam ku di ingatan
Salam ku yang terakhir

Setiap insan pasti merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana’ akan ditinggalkan
Hanya amalan yang dibawa

Terdengar sayup surah dibaca
Sayunya alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijab di depan mata

Selamat tinggal kepada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baikkah atau sebaliknya

Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera bahagia pulang kesana

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi

Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kenangan
Diiring doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi


|Sudirman|
& [Rabbani]

This entry was posted in Islam, Memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s