PERNAH SATU WAKTU

PERNAH SATU WAKTU

Aku mengarang sebuah puisi
yang pertama bagiku
Sebagai ingatan hanya kepadamu

Pernah satu waktu
Namamu terpahat dikalbu
Dari jauh aku memerhatimu
Dalam diam hatiku terpaut padamu

Tidak pernah kupinta perasaan itu
Ia datang pergi tak mahu
Akhirnya aku sendiri sedar
Ia bukanlah salahku
Hanyalah kerana
fitrahmu sememangnya begitu

tanpa izin hatimu kuambil
dan kerana itu aku bersalah
hanya maaf darimu kupinta
kerana bukan aku sengaja

Dan hari-hari yang berlalu
Ternyata sungguh syahdu
Engkau datang di setiap waktu
Engkau hadir dalam setiap lagu

Sedang asyik aku bermimpi
Tiba-tiba aku terpana
Hatiku mencari-cari
Seperti ada yang tidak kena

Mengapa begitu duhai hati
Menangiskah engkau didalam diri
Sungguh aku tidak mengerti
Lantaran apakah engkau jadi begini

Aku mencari dan terus mencari
Di waktu malam dan juga pagi
Sudahnya  kutemui apa yang kucari
Aku lupa cinta Yang Maha Tinggi
Cinta Ilahi
Ampunkan hambaMu ini  ya Rabbi
Melebihkan makhluk ciptaanMu sendiri
Ku pohon dakaplah hati ini kembali
Menuju jalan yang lurus
Yang Engkau redhai

nukilan sahabatku : Zulshamalin Nasrullah

This entry was posted in Bahasa, Memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s