Warkah Dari Perbatasan

dengan rasa berat hati aku sembunyi
dengan kekasih abadi aku bersunyi
sebentar, tinggalku dengan attar dan rumi
menari tanpa bumi, nyanyi tanpa bunyi
kunantikan telunjuk dan picu terlerai
kemenangan tanpa tentangan akan termeterai

gapai, dah melambai tak mahu mencapai
ingkar lukis garis nipis antara damai dan lalai
santai ya, tapi jangan terlalu
pergiku lama tapi bukan selalu
syair yang kau lafaz semuanya dah kuhafaz
sedikit zat-zat mu saat kuhembus nafas

perang seribu malam hampir tamat
ku hampir selamat tapi tu belum muktamad
peluru keras memecah gelas
warkah dari perbatasan harap dibalas

salut.

Malique

This entry was posted in Bahasa, Memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s