Khalifah Terakhir

Nasi lemak buah bidara
Sayang Salmah hamba lurutkan
Hilang ulamak tiada bicara
Kehendak Khalifah hamba turutkan

Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Kalau mengail di lubuk dangkal
Dapat ikan sepenuh raga
Kalau kail panjang sejengkal
Jangan lautan hendak diduga !!!

Tinggi sungguh Gunung Daik
Mercunya nampak terang berkilau
Kalau asal benih yang baik
Jatuh ke laut menjadi pulau

Tanah Ini Tanah Berdaulat
Tahun Depan Tahun Melarat
Kalau pun dunia penuh musibat
Tanah Berkat Tetap Selamat

Memang pahit buah peria
Makanan orang pergi menjala
Jikalau mengaku taat setia
Bersamalah BETA kerabat raja-raja
pertahan agama bangsa & negara

Cik Embun orang berbidan
Pandai mengurut sakit kepala
Biar berkalang nyawa di badan
Kedaulatan negara BETA pertahankan jua

Orang gagah pergi berperang
Terlalu berani lagi perkasa
Gajah mati meninggalkan tulang
Manusia mati meninggalkan jasa

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

12:30 am
Rabu
23 Syawal 1432
21 September 2011

 Dinar Emas (Pengedar Syiling Sedunia)

This entry was posted in Bahasa, Islam, Memoir, Sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s